Jendela Kaca Sudut, Tipe Kusen, Pilihan Bahan dan Ukuran Standarnya

Posted on

Jendela kaca sudut menjadi salah satu opsi populer saat ini. Saking populernya, banyak masyarakat di pedesaan pun mulai mengadopsi. Padahal, model jendela sudut dulu hanya terdapat di hunian-hunian perkotaan atau properti komersial yang mengedepankan desain modern.

Kendati begitu, sebelum melakukan pemasangan, penting sekali memahami berbagai hal mendetail. Mulai dari daya tarik, jenis kaca, tipe kusen, hingga perbandingan antara penggunaan frame dan frameless.

Jendela Kaca Sudut
Istock

Memahami Jendela Kaca Sudut Sebelum Pemasangan untuk Hasil Maksimal

Secara sederhana, jendela sudut adalah jenis sistem ventilasi yang terpasang di pojok bangunan. Peletakannya mengandalkan dua sisi kaca yang saling bertemu membentuk sudut 90 derajat. Kehadiran jendela tersebut membuat tampilan rumah terasa lebih modern, lapang dan memberikan pencahayaan alami dari dua arah sekaligus.

Daya tarik utamanya tentu adalah kemampuannya dalam memberikan pandangan lebih luas ke luar rumah. Ini cocok pengguna terapkan pada hunian yang ingin menonjolkan pemandangan taman, halaman, atau area outdoor lainnya.

Selain itu, desainnya membuat ruangan tampak lebih terbuka dan tidak terisolasi. Bagi penggemar arsitektur minimalis atau kontemporer, jendela sudut bisa menjadi elemen desain yang sangat mendukung gaya hunian kekinian.

Tipe Kaca Ventilasi Sudut

Ada beberapa jenis kaca yang umum digunakan untuk jendela sudut. Sehingga perlu memilih secara cermat, baik dari model maupun ketebalannya. Apalagi jika ukuran jendelanya cukup besar.

Semakin tebal kaca, maka semakin aman dan kuat dalam menahan beban atau tekanan dari luar. Biasanya, pertemuan antar kaca di sudut digosok dengan sudut 45 derajat agar membentuk pertemuan siku yang rapi dan kokoh. Adapun jenis kaca yang sering digunakan beserta ukuran standarnya meliputi:

1. Kaca Polos

Varian pertama adalah kaca polos dengan ketebalan rata-rata 5–12 mm. Karakteristiknya bening, tidak berwarna dan memberikan tampilan bersih. Kaca polos mudah diperoleh dan harganya relatif terjangkau.

Sebagai contoh di platform Shopee karyamandirijayaalumindo, produk kaca polos 5 mm ukuran 120×110, harganya Rp 1 jutaan saja. Setengah harga dari model lain yang bisa mencapai Rp 3 jutaan. Tentunya varian harga dapat berbeda tergantung kualitas, daerah maupun fitur pelengkap.

2. Kaca Tempered

Selanjutnya ada kaca tempered 6–12 mm, memiliki kekuatan hingga 5 kali lebih kuat dibanding kaca biasa. Jika pecah, kaca ini akan menjadi pecahan kecil-kecil tidak tajam sehingga lebih aman. Sangat disarankan untuk jendela sudut yang tinggi atau besar.

3. Kaca Laminated

Jika ingin yang lebih tebal, maka bisa memilih kaca laminated ukuran 8–12 mm.Biasanya materialnya terdiri dari dua lapisan kaca yang direkatkan menggunakan lapisan film khusus di tengahnya. Jika pecah, lapisan film ini akan menahan pecahan kaca agar tidak berhamburan. Sangat cocok untuk yang tidak ingin menggunakan teralis karena faktor keamanan.

4. Kaca Ryben

Jendela kaca sudut juga dapat memanfaatkan kaca ryben yang memiliki lapisan film warna gelap. Keunggulannya dapat mengurangi cahaya matahari masuk secara langsung. Hanya saja, ini sedikit kurang cocok untuk kawasan yang menginginkan akses transparan dari luar.

5. Kaca Sunergy

Terakhir adalah kaca sunergy sebagai material khusus dengan lapisan pelindung panas. Meskipun terlihat bening, kaca mampu menahan panas dari sinar matahari. Sekaligus menjaga suhu ruangan tetap nyaman. Mereka umumnya juga tersedia dalam berbagai pilihan warna, khususnya biru.

Kusen Jendela Sudut

Selain kaca, pemilihan kusen juga tak kalah penting. Karena ini tidak hanya mempengaruhi tampilan. Namun juga kekuatan struktur jendela secara keseluruhan. Kusen harus kuat, tahan lama, dan cocok dengan konsep desain rumah. Berikut beberapa pilihan sekaligus keunggulan dan kelemahannya

  • Kusen kayu untuk memberikan kesan natural dan hangat, cocok di rumah bergaya tropis atau klasik. Hanya saja rentan terhadap rayap serta membutuhkan perawatan rutin agar tidak cepat lapuk.
  • Kusen UPVC lebih tahan terhadap rayap, kedap suara, dan minim perawatan. Kendati begitu, harganya memang relatif mahal. Apabila tergores sulit untuk memperbaiki tampilannya.
  • Opsi ketiga adalah kusen jendela aluminium dengan tampilan elegan, kualitas bahan lebih baik, dan kedap suara lebih maksimal. Namun, harganya cukup tinggi. Selain itu, rentan bocor jika tidak terpasang dengan benar.

Jendela Sudut dengan Kusen vs Frameless

Selain menggunakan kusen, ada juga opsi jendela kaca sudut tanpa kusen (frameless). Membuat kedua modelnya kerap diperbandingkan.

Model frameless tampil sangat modern karena nyaris tidak terlihat sambungannya. Harga pemasangan bisa lebih murah karena menggunakan sistem aluminium U tanam langsung ke tembok.

Meski begitu, memerlukan ketelitian tinggi dalam pemasangan. Jika tidak rapi, hasil akhirnya bisa kurang maksimal dan terlihat tidak presisi dari dekat.

Sementara jendela dengan kusen lebih kuat secara struktural. Bisa dirancang dengan bukaan ventilasi dan tambahan aksesori seperti teralis atau gorden. Namun, harganya lebih mahal dan tampilannya sedikit mengurangi kesan “clean look” seperti pada model frameless.

Secara keseluruhan, jendela kaca sudut bukan hanya soal gaya. Melainkan juga fungsi dan keamanan. Dengan memilih bahan tepat, kusen yang sesuai, serta mempertimbangkan model frameless atau berkusen, pemilik hunian bisa mendapatkan hasil akhir maksimal. Sebelum memutuskan, tak ada salahnya diskusikan dengan desainer profesional agar hasil akhir sesuai ekspektasi dan tahan lama. /Edit