Material jendela semakin berkembang dan beragam. Jika dulu masyarakat hanya mengenal kaca bening atau buram sebagai pilihan utama, kini opsinya lebih variatif. Tentunya leluasa disesuaikan dengan kebutuhan desain serta fungsi bangunan di era modern. Salah satu material populer, khususnya untuk proyek bangunan komersial dan residensial adalah jendela kaca Stopsol.

Kenalan dengan Jendela Kaca Stopsol dan Daya Tariknya
Pada dasarnya, Stopsol adalah jenis kaca reflektif satu arah yang terlapisi lembaran metal oksida melalui proses pyrolytic atau vacuum coating.
Proses pelapisan tersebut memberikan kemampuan pada kaca untuk memantulkan cahaya matahari dan panas secara efektif. Tentunya tanpa sepenuhnya menghalangi cahaya alami masuk ke dalam ruangan.
Bahkan, dalam review di YouTube @esasentosaaabadi, kemampuan menyerap panas dapat mencapai 60% dari kaca biasa. Dengan demikian, kaca tak hanya menciptakan tampilan luar bangunan yang modern dan elegan. Namun, mereka juga membantu menjaga kenyamanan suhu dalam ruangan. Hasilnya, bangunan pun menjadi lebih hemat energi karena mengurangi ketergantungan pada sistem pendingin ruangan.
Daya tarik selanjutnya dari Stopsol terletak pada kemampuannya menciptakan efek reflektif seperti cermin dari sisi luar. Saat terkena cahaya, permukaan kaca akan tampak seperti cermin. Menciptakan tampilan visual yang eksklusif dan futuristik.
Efeknya juga memberi keuntungan privasi bagi penghuni, karena bagian dalam ruangan tidak terlihat jelas dari luar. Di samping memperindah tampilan arsitektur, Stopsol juga efektif dalam mengurangi silau matahari langsung. Hal yang kerap mengganggu kenyamanan di dalam ruangan.
Jenis Kaca Stopsol Berdasarkan Proses Produksi
Untuk jendela kaca Stopsol material ini tidak hanya dalam varian terbatas. Melainkan memiliki tipe-tipe khusus berdasarkan proses produksinya.
Pertama, terdapat Stopsol biasa (annealed) yang merupakan bentuk dasar, tanpa perlakuan penguatan tambahan. Jenisnya banyak digunakan pada area yang tidak berisiko tinggi terhadap benturan atau tekanan mekanis.
Kemudian ada Stopsol tempered yang telah melalui proses pemanasan bersuhu tinggi. Kemudian melewati pendinginan cepat untuk meningkatkan kekuatannya. Pas untuk jendela di area luar ruangan atau fasad bangunan tinggi yang rentan terhadap tekanan angin.
Selanjutnya, kaca Stopsol laminated merupakan varian dengan dua lapisan dan terdapat film khusus di antaranya. Film ini berfungsi sebagai perekat yang akan menahan pecahan kaca tetap menempel jika terjadi kerusakan. Aman untuk jendela besar di lantai atas.
Adapun untuk kebutuhan isolasi termal dan akustik maksimal, opsi paling pas yaitu jendela kaca Stopsol insulated atau Double Glass Unit. Kaca ini menggabungkan dua lapisan dengan kombinasi kaca bening, tinted, atau low-e. Teknologinya memungkinkan kontrol suhu dan suara yang lebih baik.
Jenis Kaca Stopsol Berdasarkan Warna dan Finishing
Selain proses produksinya, jendela Stopsol juga hadir dalam berbagai pilihan warna. Tentu tidak hanya mempengaruhi estetika, tetapi juga performa pantulan cahaya dan panas. Misalnya, Stopsol Bronze hadir dengan aksen coklat keemasan untuk menciptakan kesan hangat dan elegan.
Sementara itu, Stopsol Grey atau Dark Grey menawarkan tampilan netral sekaligus profesional. Warna abu-abu kerap menjadi favorit untuk gedung perkantoran, hotel, hingga showroom otomotif. Untuk tampilan lebih berani dan segar, Stopsol Blue jawabannya. Warna birunya menciptakan nuansa sejuk dan futuristik.
Lain halnya dengan Stopsol Green, yang memberikan kesan alami dan menyatu dengan lingkungan sekitar. Warna hijau muda atau tosca tersebut cocok pada bangunan yang ingin menampilkan lanskap alam di sekitarnya.
Kaca Stopsol vs Kaca One Way
Banyak orang sering mengira bahwa kaca Stopsol dan jendela One Way adalah hal yang sama. Keduanya memang memiliki tampilan reflektif. Namun secara teknis terdapat perbedaan.
Stopsol adalah kaca dengan lapisan metal oksida yang dirancang secara permanen untuk menghasilkan efek reflektif sekaligus efisiensi energi.
Efek reflektif ini bekerja optimal saat cahaya di luar ruangan lebih terang dari bagian dalam. Sehingga berfungsi sebagai kaca satu arah. Ukurannya bermacam-macam, ketebalan yang umum tersedia di pasaran mulai dari 5mm, 6mm dan 8mm.
Sedangkan jendela One Way sebenarnya bukan jenis kaca khusus. Melainkan efek visual yang terjadi karena perbedaan intensitas cahaya. Efeknya bisa tercapai melalui penggunaan kaca reflektif seperti lapisan film tertentu.
Artinya, saat kondisi cahaya berbalik, misalnya ketika malam hari dan lampu dalam ruangan menyala, fungsi kaca satu arah ini akan hilang. Membuat ruangan bagian dalam bisa terlihat dari luar.
Dengan segala keunggulannya, baik estetika, efisiensi energi, maupun privasi, jendela kaca Stopsol layak jadi pilihan dalam industri arsitektur modern. Ketersediaan berbagai jenis dan warna memungkinkan pengguna berkreasi sesuai kebutuhan dan karakter desain masing-masing. Jika tengah merancang bangunan dengan tampilan modern dan fungsionalitas tinggi, mempertimbangkan penggunaan Stopsol adalah langkah cerdas. /Edit



